Minggu, 29 Mei 2016

29 Mei 2016

Pdt. Hengky Setiawan
📖 Yeremia 42:1-22

Orang-orang yang selamat dari Babel adalah  orang-orang yang menerima anugerah dari Allah. Allah begitu mengasihi umat-Nya. Walaupun umat Israel begitu bebal dan sering mengecewakan, Tuhan tetap mengejar mereka, mengirimkan nabi-nabi untuk memperingatkan mereka dan mengarahkan mereka kembali kepada Tuhan.

Ada orang tua yang begitu putus asanya atas anak bungsu mereka yang kurang ajar, meminta tolong pendeta untuk memberikan konseling. Pendeta menyanggupinya. Dan pada hari konseling, anak itu diantar oleh kakaknya. Anak tersebut marah-marah ke kakaknya, "Bilang ke bapak loe ya, bilang ke mamak loe ya!" Pendeta mendengar kata-kata yang keluar dari mulut anak itu merasa anak ini benar-benar kurang ajar dan tidak tahu diri.

Andai Allah seperti kita manusia, pasti segala sesuatu kacau balau. Untungnya Tuhan bukan kita. Tuhan memiliki kasih yang luar biasa. Didalam setiap kemarahannya, Tuhan selalu memberikan anugerah dan kesempatan kedua bagi kita untuk kembali kepada-Nya. Walaupun ada saatnya Tuhan harus mendidik kita dengan masalah dan penderitaan, tetapi Tuhan tak pernah benar-benar meninggalkan-Nya. Tuhan ingin kita kembali kepada-Nya, dan selalu menerima kembali kita, sebesar apapun dosa yang telah kita buat, asal kita mau bertobat dan dengan rendah hati mengakui semua dosa kita.

Sabtu, 21 Mei 2016

22 Mei 2016

Pdt. Hengky Setiawan
📖 Maleakhi 3 :  13- 18,  4: 1-6

Jaga perkataan yang keluar dari mulut kita. Belajar untuk mengatakan hal-hal yang baik. Jangan mengutuki orang lain ataupun diri sendiri karena Tuhan mendengar segala ucapan kita walaupun kita hanya berbisik-bisik saja.

Tuhan pasti membedakan orang yang taat kepada-Nya dengan orang yang fasik. Walaupun mungkin ad saatnya kita seperti dilanda banyak masalah, keuangan

Respon kita
1. Jangan tawar hati
   Yosua 1:9 "Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi."

2. Bersabar
    Bersabarlah karena semua terjadi pada waktu Tuhan, bukan waktu kita. Tetap setia beribadah, taat kepada-Nya.