Rabu, 29 Juni 2016

Konseling pernikahan 2

Hukum pernikahan Kristen :
📖 Matius 19 : 3,6 --- Tidak ada perceraian

Kunci supaya langgeng :
1. Ibrani 12 : 14 dan 1 Yohanes 1 : 9
     Saling mengontrol jangan sampai terlanjur ada pihak ketiga baru bingung.  Bila istri marah, jngen dekat-dekat, jauhi sementara beri waktu untuk menyadari kemarahannya dan menenangkan diri.
2. Ketika pemberkatan pernikahan, pandang tangan pendeta sebagai tangan Tuhan Yesus. Kemudian berdoalah, "Tuhan Yesus, saat ini juga aku menjadikan Engkau sebagai nahkoda Agung dalam bahtera rumah tangga kami, Amin."
3. Setelah pemberkatan selesai, teruskan pelihara kekudusan dengan :
      - Hidup takut akan Tuhan (Amsal 8:13) -- membenci kejahatan/dosa
      - Hidup dalam pertobatan ( 1 Yohanes 1:9)

Falsafah keuangan : pohon berbuah karena ada biji, biji harus disimpan untuk ditanam sehingga bisa bertambah banyak.

Tua-tua kenari, makin tua makin rohani.

26 Juni 2016

Pdt. John Panggabean
📖 2 Raja-raja 5 : 1-5

Dalam setiap keunggulan-keunggulan besar, Tuhn memberi cacat-cact besar supaya manusia tidak meninggikan diri dan menjadi sombong.

Semua yang membangun dibawah langit membangun terlalu rendah. Bangunlah nilai keabadian, kekekalan di atas langit.

Dalam ayat diatas, pada ayat ketiga ada beberapa hal yang dapat kita pelajari:
- Anak kecil beriman besar
  Iman yang besar ditandai dengan keberanian. Pentingnya punya iman yang teguh yang diwujudkan dalam tindakan keberanian.
  Raja Yoram memiliki 3 kelebihan dalam hidupnya. Dia adalah seorang yang tinggal di dekat Bait Allah, orang merdeka yang bisa beribadah ke Bait Allah kapan pun dia mau, dan dia adalah sahabat seorang nabi besar, nabi Elisa. Tetapi dia justru adalah seorang yang sangat rapuh imannya.
   Mereka yang tidak berani mengambil resiko sebenarnya telah mengambil semua resiko.
- Kasih yang besar
   Hakekat kasih:
    * Pasti memberi
      Orang bisa memberi tanpa kasih, tetapi orang yang mengasihi pasti memberi.
    * Tidak punya sekat yang membatasi
Hidup adalah pesan yang diberikan kepada dunia. Dimana dalam hidup perlu ada kasih karena Tuhan Yesus mengajarkan kasih. Tetapi dalam mengasihi tetap harus ada disiplin karena jika kita mendidik anak dengan kasih saja, tanpa ada disiplin, kita membentuk sebuah generasi yang liar. Tetapi jika kita mendidik anak hanya dengan disiplin saja, kita membentuk sebuah generasi yang otoriter dan diktator.
- Pemberita kabar baik yang besar
   Hal yang paling sulit dilakukan manusia adalah hal yang mudah.

Senin, 13 Juni 2016

12 Juni 2016

Pdt. Erastus Sabdono
📖 1 Petrus 1 : 18

Penebusan dosa semestinya tidak hanya mengubah kedudukan, status, atau mengubah keberadaan kita. Tetapi juga mengubah cara hidup, filosofi kita. Allah bukanlah sebuah fantasi, tetapi riil. Sebagai manusia tidak ada yang bisa kita banggakan. Kecantikan dan ketampanan, pudar. Harta kekayaan, lenyap dan musnah. Nama besar, terkubur. Tetapi orang yang melakukan kehendak Allah kekal dan abadi.

Kesalehan dalam agama Kristen adalah menghayati kehadirat Tuhan atas dirinya. Orang Kristen memancarkan kodrat Allah dalam hidupnya.

Minggu, 05 Juni 2016

Everything has it's own time

Pdt Anthony
📖 Pengkhotbah 3

Banyak anak muda yang tidak bisa menerima goncangan dan tekanan hidup. Beberapa juga malah memilih untuk mengakhiri semuanya dengan cara bunuh diri. Sebagai orang tua, kita sebaiknya menerima anak dengan kapasitas masing-masing anak. Todak membandingkannya dengan anak yang lain. Karena setiap anak memiliki kapasitas masing-masing.

Ada sebuah contoh ayah yang sangat luar biasa. Dia menginginkan anaknya untuk masuk kuliah jurusan kedokteran. Tetapi anaknya ingin masuk dijurusan lain. Ayah tersebut berkata kepada anaknya, "Apapun jurusan yang kamu ambil, papa akan  backing kamu. Jika nanti pada akhirnya ternyata kamu tidak cocok di jurusan itu, nda papa ambil jurusan lainnya, papa akan tetap backing kamu."

Anak adalah titipan dari Tuhan, bukan milik kita. Pemiliknya adalah Tuhan. Kita hanya pengelola. Kalau pemiliknya saja tidak memaksakan kehendak pada anak itu, kenapa kita sebagai pengelola memaksakan kehendak?

Minggu, 29 Mei 2016

29 Mei 2016

Pdt. Hengky Setiawan
📖 Yeremia 42:1-22

Orang-orang yang selamat dari Babel adalah  orang-orang yang menerima anugerah dari Allah. Allah begitu mengasihi umat-Nya. Walaupun umat Israel begitu bebal dan sering mengecewakan, Tuhan tetap mengejar mereka, mengirimkan nabi-nabi untuk memperingatkan mereka dan mengarahkan mereka kembali kepada Tuhan.

Ada orang tua yang begitu putus asanya atas anak bungsu mereka yang kurang ajar, meminta tolong pendeta untuk memberikan konseling. Pendeta menyanggupinya. Dan pada hari konseling, anak itu diantar oleh kakaknya. Anak tersebut marah-marah ke kakaknya, "Bilang ke bapak loe ya, bilang ke mamak loe ya!" Pendeta mendengar kata-kata yang keluar dari mulut anak itu merasa anak ini benar-benar kurang ajar dan tidak tahu diri.

Andai Allah seperti kita manusia, pasti segala sesuatu kacau balau. Untungnya Tuhan bukan kita. Tuhan memiliki kasih yang luar biasa. Didalam setiap kemarahannya, Tuhan selalu memberikan anugerah dan kesempatan kedua bagi kita untuk kembali kepada-Nya. Walaupun ada saatnya Tuhan harus mendidik kita dengan masalah dan penderitaan, tetapi Tuhan tak pernah benar-benar meninggalkan-Nya. Tuhan ingin kita kembali kepada-Nya, dan selalu menerima kembali kita, sebesar apapun dosa yang telah kita buat, asal kita mau bertobat dan dengan rendah hati mengakui semua dosa kita.

Sabtu, 21 Mei 2016

22 Mei 2016

Pdt. Hengky Setiawan
📖 Maleakhi 3 :  13- 18,  4: 1-6

Jaga perkataan yang keluar dari mulut kita. Belajar untuk mengatakan hal-hal yang baik. Jangan mengutuki orang lain ataupun diri sendiri karena Tuhan mendengar segala ucapan kita walaupun kita hanya berbisik-bisik saja.

Tuhan pasti membedakan orang yang taat kepada-Nya dengan orang yang fasik. Walaupun mungkin ad saatnya kita seperti dilanda banyak masalah, keuangan

Respon kita
1. Jangan tawar hati
   Yosua 1:9 "Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi."

2. Bersabar
    Bersabarlah karena semua terjadi pada waktu Tuhan, bukan waktu kita. Tetap setia beribadah, taat kepada-Nya.